Peringatan 71 Tahun Dasa Sila Bandung Disorot, Aktivis 98 Kritik Pemerintah
Bandung – Peringatan 71 tahun Dasa Sila Bandung kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Jaringan Aktivis ’98 lintas kota menggelar konferensi pers di Gedung BMC Bandung untuk menyampaikan kritik terhadap arah kebijakan pemerintah Indonesia saat ini.
Dalam pernyataan mereka, para aktivis menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Sila Bandung 1955 belum dijalankan secara konsisten dalam praktik kebijakan nasional. Mereka menekankan bahwa semangat solidaritas, kedaulatan, dan anti-kolonialisme yang menjadi dasar Konferensi Asia Afrika kini mulai tergerus oleh kepentingan geopolitik dan ekonomi global.
Momentum Evaluasi Nasional
Peringatan Dasa Sila Bandung seharusnya tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan. Menurut para aktivis, momentum ini perlu dimanfaatkan sebagai ajang refleksi dan evaluasi terhadap kebijakan luar negeri maupun dalam negeri Indonesia.
“Nilai-nilai Dasa Sila Bandung adalah fondasi penting dalam membangun hubungan internasional yang adil dan setara. Namun, implementasinya hari ini masih jauh dari harapan,” ujar salah satu perwakilan aktivis dalam konferensi pers tersebut.
Mereka juga menyoroti bagaimana Indonesia seharusnya tetap konsisten dalam memperjuangkan prinsip non-blok, kedaulatan nasional, serta keadilan global di tengah tekanan politik dunia yang semakin kompleks.
Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah
Aktivis ’98 menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan semangat Dasa Sila Bandung. Beberapa isu yang disorot antara lain ketergantungan ekonomi terhadap negara asing, kebijakan investasi, serta sikap Indonesia dalam konflik global.
Mereka menilai bahwa Indonesia harus lebih berani mengambil posisi strategis yang independen tanpa terlalu bergantung pada kekuatan besar dunia. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kedaulatan dan martabat bangsa di kancah internasional.
Selain itu, para aktivis juga mengingatkan bahwa nilai solidaritas antar negara berkembang yang dulu menjadi kekuatan utama Konferensi Asia Afrika perlu dihidupkan kembali dalam bentuk kerja sama konkret.
Dinamika Geopolitik Global
Dalam konteks global saat ini, dinamika geopolitik semakin kompleks dengan adanya persaingan antara negara-negara besar. Kondisi ini menuntut Indonesia untuk memiliki strategi yang matang dalam menjaga posisi dan kepentingannya.
Dasa Sila Bandung yang lahir pada tahun 1955 dianggap masih relevan sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan global. Prinsip-prinsip seperti penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi, dan penyelesaian konflik secara damai dinilai tetap penting untuk diterapkan.
Namun demikian, para aktivis menilai bahwa penerapan prinsip tersebut harus disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi utamanya.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui peringatan 71 tahun ini, para aktivis berharap pemerintah dapat lebih serius dalam mengimplementasikan nilai-nilai Dasa Sila Bandung dalam setiap kebijakan yang diambil.
Mereka juga mendorong generasi muda untuk memahami sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam Konferensi Asia Afrika sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang masa depan Indonesia di dunia internasional,” tegas salah satu aktivis.
Video Terkait
Simak pernyataan lengkap para aktivis dalam video berikut:
Kesimpulan
Peringatan 71 tahun Dasa Sila Bandung menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk kembali pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa. Kritik yang disampaikan oleh Aktivis ’98 menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar dalam mewujudkan prinsip-prinsip tersebut secara nyata.
Di tengah perubahan global yang cepat, Indonesia dituntut untuk tetap konsisten dalam menjaga kedaulatan, memperjuangkan keadilan, dan membangun kerja sama internasional yang setara. Dengan demikian, semangat Dasa Sila Bandung tidak hanya menjadi sejarah, tetapi juga menjadi panduan dalam menghadapi masa depan.
#beritaterkini #aktivis98 #dasasilabandung #konferensiasiaafrika #politikindonesia #newsindonesia #viralindonesia #fyp #beritaviral #indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar