Provinsi Lampung merupakan salah satu wilayah tertua di Pulau Sumatra yang memiliki sejarah panjang dan kaya akan nilai budaya. Letaknya yang strategis di ujung selatan Sumatra menjadikan Lampung sejak dahulu sebagai daerah penting dalam jalur perdagangan, politik, dan peradaban Nusantara. Artikel ini akan membahas awal mula sejarah Lampung, mulai dari masa prasejarah hingga era perlawanan terhadap penjajah.
Awal Kehidupan Manusia di Lampung
Sejarah Lampung dimulai sejak zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai peninggalan megalitikum, seperti batu berundak, dolmen, dan menhir di wilayah Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus. Temuan ini menunjukkan bahwa Lampung telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu dan memiliki peradaban yang berkembang.
Masyarakat awal Lampung hidup dari berburu, meramu, dan kemudian bercocok tanam. Kehidupan sosial mereka mulai tertata dengan sistem kepercayaan dan adat yang menjadi cikal bakal budaya Lampung saat ini.
Lampung pada Masa Kerajaan Sriwijaya
Memasuki abad ke-7 Masehi, Lampung berada di bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya. Wilayah ini memiliki peran penting sebagai penghasil lada (merica), komoditas yang sangat berharga dalam perdagangan internasional saat itu.
Lada Lampung diperdagangkan ke berbagai wilayah, termasuk India, Arab, dan Tiongkok. Karena itulah, Lampung menjadi salah satu daerah strategis yang menopang kejayaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.
Munculnya Keratuan di Lampung
Setelah melemahnya Sriwijaya, Lampung berkembang dengan sistem pemerintahan adat yang disebut keratuan. Beberapa keratuan yang berpengaruh antara lain:
-
Keratuan Pugung
-
Keratuan Pemanggilan
-
Keratuan Darah Putih
Keratuan ini menjadi pusat kekuasaan adat, hukum, dan budaya masyarakat Lampung. Sistem adat tersebut masih terasa hingga kini melalui nilai Piil Pesenggiri, yaitu falsafah hidup masyarakat Lampung yang menjunjung harga diri, kehormatan, dan kebersamaan.
Hubungan Lampung dengan Kesultanan Banten
Pada abad ke-16, Lampung menjalin hubungan erat dengan Kesultanan Banten. Banten menguasai perdagangan lada Lampung dan menjadikan wilayah ini sebagai pusat suplai utama lada di Nusantara.
Kerja sama ini memperkuat posisi Lampung dalam perdagangan, namun juga membuka jalan bagi bangsa Eropa, khususnya Belanda, untuk masuk dan menguasai wilayah tersebut.
Masa Penjajahan dan Perlawanan Rakyat Lampung
Kedatangan Belanda membawa penderitaan bagi rakyat Lampung. Sistem monopoli perdagangan dan pajak yang memberatkan memicu perlawanan besar-besaran.
Tokoh-tokoh penting dalam perlawanan rakyat Lampung antara lain:
-
Radin Inten I
-
Radin Imba II
-
Radin Inten II
Perlawanan mencapai puncaknya pada abad ke-19 di bawah pimpinan Radin Inten II, yang dengan gagah berani melawan kolonial Belanda demi mempertahankan tanah dan adat Lampung. Meskipun akhirnya gugur, Radin Inten II diakui sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Lampung Setelah Kemerdekaan Indonesia
Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, Lampung menjadi bagian dari Republik Indonesia dan resmi berdiri sebagai provinsi pada tahun 1964. Sejak saat itu, Lampung berkembang menjadi daerah yang maju dengan tetap menjaga adat, budaya, dan sejarahnya.
Penutup
Sejarah Lampung merupakan cermin perjuangan, keteguhan adat, dan semangat rakyatnya dalam menjaga tanah leluhur. Dari masa prasejarah, kejayaan perdagangan lada, hingga perlawanan terhadap penjajah, Lampung memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara.
Memahami sejarah Lampung berarti menghargai identitas dan jati diri masyarakatnya yang kaya akan nilai budaya dan perjuangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar