Lampung Utara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional kembali dilanjutkan pasca berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Dalam rangka mendukung kesiapan pelaksanaan program tersebut, Dapur Nasuri Berjaya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Alam melaksanakan kegiatan penyembelihan satu ekor hewan kerbau pada Rabu, 7 Januari 2026.
Kegiatan penyembelihan ini berlangsung di lokasi dapur SPPG Kota Alam yang beralamat di Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Penyembelihan kerbau tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan operasional dapur sebelum kembali menyalurkan makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat Program MBG di wilayah setempat.
Persiapan Operasional Dapur MBG Pasca Libur Panjang
Pasca libur Nataru, kesiapan dapur menjadi faktor penting agar distribusi Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan tepat waktu dan sesuai standar. Sejak pagi hari, suasana dapur SPPG Kota Alam tampak ramai dengan aktivitas para pekerja dapur, relawan, serta panitia pelaksana yang terlibat langsung dalam proses persiapan hingga penyembelihan hewan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara tertib, terkoordinasi, dan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan, serta kelayakan gizi. Proses penyembelihan hingga penanganan daging dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan untuk memastikan bahan pangan yang dihasilkan aman dikonsumsi dan memenuhi standar gizi.
Dihadiri Unsur Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan penyembelihan kerbau ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program MBG di tingkat lokal. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
-
Lurah Kota Alam, Heri Suherman
-
Babinsa Kelurahan Kota Alam, Serma Eldi Muhdani dari Kodim 0412
-
Ketua RT setempat, Oon Darmawan
-
Sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar
Kehadiran unsur kewilayahan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan balita.
Komitmen SPPG Kota Alam Dukung Program MBG
Menurut Eriska, daging hasil penyembelihan akan diolah menjadi bahan makanan bergizi yang selanjutnya didistribusikan kepada penerima manfaat yang telah terdata secara resmi. Adapun penerima manfaat Program MBG di wilayah SPPG Kota Alam meliputi:
-
Peserta didik di delapan satuan pendidikan
-
Ibu hamil
-
Ibu menyusui
-
Balita
Total penerima manfaat Program MBG yang dilayani oleh SPPG Kota Alam mencapai 2.606 orang.
“Penyembelihan ini merupakan bagian dari persiapan awal operasional dapur. Daging yang dihasilkan akan diolah sesuai standar dan didistribusikan kepada penerima manfaat yang telah terdata,” jelas Eriska.
Standar Pengolahan dan Distribusi Jadi Prioritas
Eriska menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan dilakukan dengan mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN). Standar tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga mekanisme distribusi ke masing-masing sasaran penerima.
“Kami berupaya memastikan kesiapan operasional dapur, memperkuat mekanisme distribusi, serta menjaga standar keamanan dan kualitas pangan. Kebersihan dan kelayakan gizi menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan,” ujarnya.
Dengan penerapan standar yang ketat, SPPG Kota Alam berharap makanan yang disalurkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan penerima, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Apresiasi Pemerintah Kelurahan
Sementara itu, Lurah Kota Alam, Heri Suherman, menyampaikan apresiasi atas kesiapan yang ditunjukkan oleh pengelola Dapur Nasuri Berjaya SPPG Kota Alam. Ia menilai langkah-langkah persiapan yang dilakukan menunjukkan keseriusan dalam mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis.
Heri Suherman juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci agar program berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan.
“Kami berharap pengelolaan dapur SPPG Kota Alam dapat terus berjalan dengan baik, tertib, dan berkesinambungan, sehingga tujuan pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal, khususnya di Kabupaten Lampung Utara,” ungkapnya.
Harapan Kelancaran Distribusi MBG Tahun 2026
Dengan dilaksanakannya kegiatan penyembelihan kerbau ini, diharapkan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis pasca libur Nataru dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Persiapan yang matang sejak awal menjadi fondasi penting untuk memastikan distribusi makanan bergizi tepat waktu dan tepat sasaran.
Selain itu, Dapur Nasuri Berjaya SPPG Kota Alam diharapkan dapat terus berinovasi dan menjadi contoh dalam pengelolaan dapur MBG yang sesuai standar di wilayah Lampung Utara. Sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga demi mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar